Kamis, 07 Januari 2016

RPP Protozoa 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan             : MAN Model Palangka Raya
Mata Pelajaran                   : BIOLOGI         
Kelas/semester                   : X / Ganjil
Materi pokok                     : Protista
Sub materi                         : Protista mirip hewan (Protozoa)
Alokasi waktu                   : 3 x 45 menit

Kompetensi Inti:
KI 1  : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2  : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3:   Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4:   Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
A.  Kompetensi Dasar
3.5  Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1.    Menjelaskan ciri-ciri protista mirip hewan.
2.    Menjelaskan klasifikasi protista mirip hewan.
3.    Menjelaskan reproduksi protista mirip hewan.
4.    Menjelaskan peranan protista mirip hewan bagi kehidupan.
Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri protista mirip hewan.
2.    Siswa dapat menjelaskan klasifikasi protista mirip hewan.
3.    Siswa dapat menjelaskan reproduksi protista mirip hewan.
4.    Siswa dapat menjelaskan peranan protista mirip hewan bagi kehidupan.

B.  Materi Pembelajaran
Ø Materi Pokok
o  Protista.
Ø Sub- sub materi
o  Ciri-ciri protista mirip hewan.
o  Klasifikasi protista mirip hewan.
o  Reproduksi protista mirip hewan.
o  Peranan protista mirip hewan bagi kehidupan.

C.  Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan ilmiah (scientifict approach)
Model         : Discovery Learning
Metode       :- Ceramah dan diskusi
-  Eksperimen

D.  Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1.    Media LCD dan papan tulis
2.    Sumber Belajar
-          Buku Biologi kelas X SMA/MA
-          Slide power point
3.    Alat dan Bahan
No
Alat dan Bahan
Jumlah
1
Mikroskop
Secukupnya
2
Kaca benda dan kaca penutup
Secukupnya
3
Pipet tetes
Secukupnya
4
Air got atau selokan
Secukupnya
5
Air rendaman jerami
Secukupnya
6
Air kolam
Secukupnya


Langkah-Langkah Pembelajaran pertemuan ke-1 (1x45 menit)
1.    Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Ø  Guru mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø  Guru mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø  Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama sebelum memulai pembelajaran
Ø  Guru memberikan apersepsi dengan menanyakan taukah kalian apa penyebab dari penyakit malaria?
Ø  Harapan guru, peserta didik langsung menyampaikan pendapat dari gigitan nyamuk malaria. Lalu guru memberikan kejelasan bahwa didalam nyamuk tersebut terdapat jenis protozoa.
Ø  Guru kemudian menyampaiakan hubungan antara apersepsi tersebut dengan materi yang akan dipelajari.
Ø  Guru memberikan kejelasan tentang topik materi yang akan dipelajari, dengan menuliskan atau menampilkan slide topik “Protista mirip hewan (protozoa)”
Ø  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan kali ini
2.    Kegiatan inti (25 menit)
Mengamati
-       Guru menampilkan beberapa contoh gambar jenis Protozoa dan menuntun peserta didik untuk mengamati dari apa yang mereka lihat untuk menentukan ciri-ciri Protozoa terutama pada segi morfologinya
Menanya
-       Guru menanyakan bagaimana mengenali dan membedakan Protozoa dengan protista lainnya
-       Guru kemudian menanyakan apa perbedaan yang terlihat dari beberapa gambar jenis Protozoa itu sendiri
Mengeksplorasi
-       Kemudian guru memberikan penjelasan singkat terkait ciri-ciri protozoa beserta klasifikasinya
-       Kemudian peserta didik memberikan penjelasan ulang tentang ciri dan klasifikasi protozoa tersebut secara aktif dengan bantuan dorongan atau ajakan guru
Mengasosiasi
-       Kemudian guru melanjutkan penjelasan singkat terkait reproduksisi protozoa beserta penanannya
-       Peserta didik dibimbing untuk bisa menyebutkan reproduksi dan peranan-peranan protozoa bagi kehidupan
Mengomunikasi
-  Peserta didik menyimpulkan secara  singkat bersama tentang materi protozoa tersebut mulai ciri-ciri, klasifikasi, reproduksi dan beberapa peranananya.
3.    Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø  Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran dan mengaitkan dengan ajaran agama agar siswa menjadi lebih bersyukur
Ø  Guru memberikan tugas untuk bahasan di pertemuan selanjutnya yakni membagi kelompok dan membawa bahan pengamatan
Ø  Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah bersama dan salam

Langkah-langkah Pembelajaran pertemuan ke-2 (2 x 45 menit)
1.        Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
Ø  Guru mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø  Guru mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø  Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama sebelum memulai pembelajaran
Ø  Guru mengulas sedikit materi sebelumnya dan menyiapkan bahan pengamatan
Ø  Harapan guru, peserta didik masih ingat materi sebelumnya dan bahan yang disiapkan
Ø  Guru memberikan motivasi terkait kehati-hatian dalam melakukan pengamatan
Ø  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan kali ini yakni untuk mengidentifikasi ciri dan jenis Protista, terutama Protista mirip hewan
2.        Kegiatan inti (60 menit)
Mengamati
-       Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk memulai pengamatan berdasarkan prosedur yang telah dijelaskan
-       Guru kemudian mengamati masing-masing kelompok yang bekerja dengan efektif
Menanya
-       Guru menanyakan apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pengamatan boleh bertanya dan menyampaikan keluhan agar pengamatan dapat berjalan sesuai harapan.
-       Guru  kemudian menanyakan tentang hasil pengamatan bagi kelompok yang telah mendapatkan hasil
Mengeksplorasi
-       Kemudian peserta didik melakukan diskusi bersama terkait tentang gambar pengamatan yang telah didapatkan
-       Kemudian peserta didik yang lain dalam kelompoknya masing-masing siap untuk menggambar hasil pengamatan dengan keterangannya
Mengasosiasi
-       Setelah melakukan pengamatan masing-masing kelompok dipersilahkan guru untuk melengkapi hasil pengamatannya pada lembar laporan sementara kelompok
-       Guru memberikan paraf terhadap kelompok yang telah melakukan pengamatan dengan baik
Mengomunikasi
-   Guru menyampaikan hasil pengamatan dengan menghubungkan pada materi-materi Protista yang telah dipelajari
3.      Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø  Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan tentang hasil pengamatan dan teori yang dipelajari
Ø  Guru memberikan tugas terkait pengamatan yaitu laporan lengakap masing-masing kelompok
Ø  Guru mengakhiri materi Protista sambil memberikan motivasi belajar untuk peserta didik agar lebih giat dan aktif dalam proses pembahasan materi berikutnya
Ø  Guru mengakhiri pelajaran dengan menuntun peserta didik mengucapkan hamdallah bersama
Ø  Guru mengucapkan sampai jumpa dipertemuan dan bahasan materi selanjutnya lalu salam.

E.  Penilain Hasil Belajar
1.    Jenis / Teknik Penilaian
a)    Observasi  Sikap
b)   Tes pilihan ganda
2.    Penilaian Produk
a)    Instrumen tes menggunakan tes tertulis pilihan ganda
Metode
Bentuk Innstrumen
Sikap
Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
Tes Unjuk Kerja
Tes Penilaian
Tes Tertulis
Tes Uraian

1.      Lembar Pengamatan
Lembar Penilaian sikap pada Praktikum
No.
Nama
Peserta didik
Disiplin
Teliti
Hati hati
Kreatif
Inovatif
JumlSkor
1







2







3








Lembar penilaian sikap/perilaku saat berdiskusi
No.
Nama Peserta didik
Kerja sama
Santun
Toleran
Proaktif
Bijaksana
Jumlah Skor
1







2







3











Lampiran I
Materi Pelajaran
Protista mirip hewan (protozoa) dikelompokkan dalam kelompok protozoa. Protozoa berasl dari kata proto = mula-mula dan zoon = hewan, sehingga disebut sebagai hewan pertama. Protozoa semula dianggap sebagai hewan bersel satu, yang tubuhnya terdiri dari satu sel. Disebut protista mirip hewan karena uniseluler, heterotrofik dan merupakan cikal bakal hewan yang yang lebih kompleks. Ciri-ciri protozoa
-     Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 sampai 200 mikron.
-     Bentuk sel protozoa sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
-     Sebagian besar Protozoa memiliki alat gerak berupa pseudopodia (kaki semu), silia (bulu getar), atau flagellum (bulu cambuk).
-     Bersifat kosmopolit
-     Protozoa hidup soliter atau berkoloni.
-     Kebanyakan protozoa bersifat polimorfisme, yaitu memiliki bentuk yang berbeda- beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya.
-     Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak
-     Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista.
-     Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit dan hidup bebas.
-     Sebagian besar Protozoa berkembang biak secara aseksual (vegetatif) dengan cara: pada kebanyakan protozoa adalah dengan membelah diri. Namun adapula jenis protozoa yang bereproduksi secara konjugasi.
KLASIFIKASI
Protozoa secara tradisional dibagi atas enam kelompok filum berdasarkan kemampuan gerak serta tipe alat geraknya. Keempat kelompok tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Sporozoa yang tidak bergerak aktif.
2.      Sarcodina (rhizopoda) yang bergerak dengan kaki semu atau pseudopodia.
3.      Mastigophora (flagellata) yang bergerak dengan flagela.
4.      Ciliophora (ciliata) yang bergerak dengan silia.
5.      Actinopoda
6.      Foraminifora
SPOROZOA
Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protistha uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora. Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia. Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena melibatkan lebih dari satu inang. Dalam siklus hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh inang. Selain itu, pada siklus hidup juga terjadi sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel secara berulang – ulang sehingga dihasilkan banyak inti yang masing – masing dikelilingi oleh sitoplasma dan terbentuklah individu baru.
Ciri-ciri: Tidak memiliki alat gerak, mempunyai spora berbentuk lonjong. Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah-ubah kedudukan tubuhnya. Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya komplek, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakukan  dengan pembelahan biner. Reprodusi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Contohnya:
Toxoplasma gondii: Menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.
Plasmodium: Hewan ini hidup parasit di dalam eritrosit dan menyebabkan penyakit malaria pada manusia yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Empat spesies Plasmodium penyebab penyakit malaria merupakan contoh anggota kelas sporozoa yang utama. Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya.
-       Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas, gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali (48 jam).
-       Plasmodium ovale, penyebab penyakit malaria ovale tertiana (limpa), dengan gejala demam lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Dengan masa sporulasi 48 jam. Tetapi plasmodium ini tidak ditemukan di Indonesia.
-       Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali (72 jam).
-       Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana (tropika) yang bersifat ganas, gejalanya suhu badan panas dingin tak beraturan (masa sporulasi) bisa 1- 3 X 24 jam.
Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat tetap hidup meskipun tidak aktif di dalam sel hati penderita malaria selama berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun. Akibatnya, di kemudian hari penyakit malaria dapat tumbuh lagi. Siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh manusia :
  1. Nyamuk Anopheles akan mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit saat menghisap darah manusia. Air liur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tubuh manusia.
  2. Sporozoit mengikuti aliran darah menuju ke hati dan hidup dalam sel – sel hati selama kurang lebih tiga hari. Fase ini disebut fase eksoeritrositer.
  3. Sporozoit meninggalkan sel hati masuk ke dalam sel darah merah dan berkembang menjadi trofozoit. Fase ini disebut fase eritrositer.
  4. Tropozoit berkembang menjadi skizon. Skizon mengalami skizogoni menghasilkan spora aseksual yang disebut merozoit.
  5. Morozoit selanjutnya memecahkan sel darah merah untuk mencari sel darah merah baru. Stadium skizogoni terus terjadi berulang – ulang. Kondisi tersebut menyebabkan suhu tubuh penderita sangat tinggi akibat kerusakan sel darah merah.
  6. Setelah satu periode skizogoni, sebagian merozoit berkembang menjadi gametosit. Jika gametosit terisap oleh nyamuk Anopheles betina, siklus hidup Plasmodium memasuki stadium sporogoni.
Siklus hidup plasmodium di dalam tubuh nyamuk :
  1. Gametogenesis, yaitu gametosit berubah menjadi mikrogamet dan makrogamet.
  2. Mikrogamet dan makrogamet melebur menjadi zigot atau ookinet di dalam usus.
  3. Ookinet menerobos dinding usus dan berubah menjadi oosista.
  4. Dalam oosista terjadi pembelahan zigot dan terbentuk sporofit.
  5. Oosista yang matang akan matang sehingga sporozoit menyebar ke dalam tubuh nyamuk, termasuk ke dalam kelenjar air liur dan siap untuk diinfeksikan ke dalam tubuh manusia.
RHIZOPODA ATAU SARCODINA
Berasal dari kata Rhizoid = akar, podos = kaki yaitu protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu). Rhizopoda yang paling mudah diamati adalah amuba. Ciri Amoeba adalah bentuknya selalu berubah – ubah dan berhabitat di air tawar. Ukuran tubuh amuba sangat besar untuk ukuran protozoa, yaitu berkisar 200 – 300 mikron. Berdasarkan tempat hidupnya amuba dibedakan menjadi:
1.      Ektoamuba: Hidup diluar tubuh organisme lain (hidup bebas). Misalnya: Amuba Proteus; amuba raksasa Chaos carolinense (dapat mencapai ukuran 100 mikron).
2.      Entamuba: Hidup didalam tubuh organisme, misalnya manusia,: contoh entamuba antara lain sebagai berikut:
3.      Arcella: Memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di air tawar.
4.      Difflugia: Rangka luar difflugia dapat menyebabkan butir – butir pasir halus dan benda lain dapat melekat.
5.      Foraminifera: Memiliki rangka luar yang terdiri dari silica atau zat kapur (mengandung kalsium karbonat)semua anggota foraminifera hidup di air laut. Diantara foraminifera yang terkenal adalah genus globigerina. Lapisan foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.
6.      Radiolarian: merupakan organisme laut bertubuh bulat hampir seperti bola dan memiliki banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stonsium sulfat. Radiolaria yang mati akan mengendap yang disebut lumpur radiolarian yang digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genus radiolarian adalah Achantometron dan Collosphaera.
FLAGELLATA ATAU MESTIGOSPORA
Alat geraknya berupa bulu cambuk atau flagella. Sebagian besar hidup bebas dan adapula yang sebagai parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit pada organisme mati. Flagellata dibedakan menjadi dua yaitu fitoflagellata dan zooflagellata.
1.      Fitoflagellata
Adalah flagellata yang dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromotafora. Fitoflagellata mencernakan makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernakan didalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencernakan oirganisme yang sudah mati(saprofitik). Habitat fitoflagellata adalah diperairan bersih dan diperairan kotor. Fitoflagellata bergerak menggunakan flagella. Cara reproduksi ada dua, yaitu secara konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri. Dibagi menjadi 3 kelas:
-          Euglenoida: Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel.
Euglena viridis memiliki ciri-ciri: Ukuran tubuhnya 35-60 mikron, ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk, hewan ini memiliki stigma (bintik mata berwarna merah) yang fungsinya untuk membedakan gelap dan terang. Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis.
-          Dinoflagellata: Contoh dinoflagellata antara lain Noctiluca miliaris, Cretium, dan Gymnodinium. Noctiluca miliaris kebanyakan hidup di air laut dengan ciri-ciri yaitu memiliki satu flagella, satu panjang dan satu pendek, dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu, tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik.
-          Volvocida: Bentuk tubuh hewan ini pada umumnya bulat, contoh volvocida antara lain adalah Volvox globator. Ciri-ciri volvox antara lain sebagai berikut: koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua flagella,
Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
2.      Zooflgellata
Adalah flagellata yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan.
Ada yang hidup bebas namun kebanyakan bersifat parasit. Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran air dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat gerak. Secara seksual dengan membelah biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui. Contohnya adalah: Trypanosoma dan Leishmania.
CILIATA
Alat geraknya berupa rambut getar (silia), sebagian besar ciliate berukuran mikroskopis, tetapi spesies yang terbesar berukuran 3 mm sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.
-          Kebanyakan ciliata berbentuk simetris kecuali ciliata primitif, simetrinya radial.
-          Tubuhnya diperkuat oleh perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh sitoplasma padat.
-          Tubuhnya diselimuti oleh silia, yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut silia somatic.
-          Ciliata mempunyai dua tipe inti sel (nukleus), yaitu makro nucleus dan mikro nukleus.
-          Ciliata tidak mempunyai struktur khusus pertukaran udara dan sekresi.
Terdapat dua macam mulut pada cilliata, yaitu berupa:
a)      Mulut membran berombak/membran yang bergerak, merupakan cilliata uyang menyatu dalam barisan panjang.
b)      Membran yang berupa barisan pendek dari cilia yang bersatu membentuk piringan.
Fungsi cilliata pada mulut adalah untuk menghasilkan makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring. Contoh anggota cilliata yanhg terkenal misalnya Paramecium.
ACTINOPODA
Actinopoda mempunyai pseudopodia ramping dan menyebar yang disebut axopodia. Tubuhnya berbentuk bola. Contohnya:
1.      Heliozoa, tidak bercangkang dan hidup di air tawar
2.      Radiozoa, bercangkang dari bahan silica dan hidup di air laut. Cangkangnya sering dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk gelas.
FORAMINIFERA
Cangkang Foramifera berwarna cerah dan pada permukaannya terdapat lubang-lubang kecil. Gerakan organisme ini sangat lambat. Hidupnya di laut dan menempel di bebatuan atau sebagai plankton. Contohnya Polistomella. Cangkang Foraminifera digunakan untuk menunjukka sumber minyak. Selain itu, Foraminifera juga digunakan untuk menentukan umur relatif lapisan-lapisan batuan sedimen laut. Hal ini dikarenakan cangkang Foraminifera ditemukan di semua lapisan batuan. Rangka Foraminiferayang telah mati akan mengendap di dasar laut dan dalam waktu yang lama akan hancur menjadi tanah globigerina.
Peran Protozoa dalam kehidupan manusia
Secara umum, Phylum Protozoa lebih banyak merugikan kehidupan manusia. Banyak anggota phylum ini bersifat parasit. Contoh dari classis Rhizopoda di antaranya Entamoeba histolitica (penyebab disentri) dan Entamoeba gingivalis (perusak gigi dan gusi) parasit-parasit yang menyerang manusia. Dari classis Flagellata, parasit yang menyerang manusia dan hewan ternak banyak berasal dari genus Trypanosoma. Sementara itu, dari classis Ciliata relatif sangat sedikit yang berbahaya bagi manusia. Species lain yang cukup berbahaya berasal dari genus Balantidum. Classis Sporozoa mungkin dapat dikatakan sebagai anggota Protozoa yang paling berbahaya bagi manusia. Seluruh anggota dari Sporozoa adalah parasit, misalnya Plasmodium, Pneumocystis, dan Taxoplasma. Meskipun secara umum phylum Protozoa lebih banyak merugikan, namun bukan berarti tidak ada yang bermanfaat. Berikut Protozoa yang menguntungkan:
No.
Jenis
Classis
Manfaat
1.
Radiolaria sp
Rhizopoda
Endapan rangkanya digunakan untuk bahan penggosok dan pengkilap logam
2.
Foraminifera sp
Rhizopoda
Fosilnya membentuk tanah globigerin sebagai penunjuk adanya sumber minyak bumi
3.
Euglena
Flagellata
Komponen fitoplankton
4.
Paramaecium sp
Ciliata
Indikator perairan tawar yang tercemar
5.
Stentor sp
Ciliata
Indikator perairan tawar yang tercemar



Lampiran II
LEMBAR LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik).
I.          KEGIATAN
1.      Sebutkan ciri-ciri protista mirip hewan (Protozoa)?
2.      Pada Protozoa terdapat empat filum, Sebutkan ciri-ciri dari masing-masing filum tersebut serta sebutkan salah satu contohnya?
3.      Berilah keterangan pada gambar!
Gambar Paramecium
Gambar Amoeba proteus




Lampiran III
SOAL ESSAY
1.      Sebutkan ciri-ciri protista mirip hewan (Protozoa)? (Minimal 4 ciri)
2.      Sebutkan klasifikasi yang terdapat pada Protozoa beserta contohnya?
3.      Tuliskan urutan metagenesis (pergiliran keturunan) Plasmodium?
4.      Sebutkan tiga jenis entamoeba dan tempat hidupnya di dalam tubuh manusia?



Kunci jawaban
1.      Ciri-ciri protozoa adalah
-          Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 sampai 200 mikron.
-          Bentuk sel protozoa sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
-          Bersifat kosmopolit
-          Protozoa hidup soliter atau berkoloni.
2.      Klasifikasi protozoa adalah:
-          Sporozoa, contohnya: Plasmodium
-          Sarcodina (rhizopoda), contohnya: Amoeba
-          Mastigophora (flagellata), contohnya: Trypanosoma
-          Ciliophora (ciliata), contohnya: Paramecium
-          Actinopoda, contohnya: Heliozoa
-          Foraminifora, contohnya: Polistomella
3.      Siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh manusia:
Nyamuk Anopheles akan mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit saat menghisap darah manusia. Air liur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Sporozoit mengikuti aliran darah menuju ke hati dan hidup dalam sel – sel hati selama kurang lebih tiga hari. Fase ini disebut fase eksoeritrositer. Sporozoit meninggalkan sel hati masuk ke dalam sel darah merah dan berkembang menjadi trofozoit. Fase ini disebut fase eritrositer. Tropozoit berkembang menjadi skizon. Skizon mengalami skizogoni menghasilkan spora aseksual yang disebut merozoit. Morozoit selanjutnya memecahkan sel darah merah untuk mencari sel darah merah baru. Stadium skizogoni terus terjadi berulang – ulang. Kondisi tersebut menyebabkan suhu tubuh penderita sangat tinggi akibat kerusakan sel darah merah. Setelah satu periode skizogoni, sebagian merozoit berkembang menjadi gametosit. Jika gametosit terisap oleh nyamuk Anopheles betina, siklus hidup Plasmodium memasuki stadium sporogoni.

4.            Siklus hidup plasmodium di dalam tubuh nyamuk: Gametogenesis, yaitu gametosit berubah menjadi mikrogamet dan makrogamet. Mikrogamet dan makrogamet melebur menjadi zigot atau ookinet di dalam usus. Ookinet menerobos dinding usus dan berubah menjadi oosista.Dalam oosista terjadi pembelahan zigot dan terbentuk sporofit.Oosista yang matang akan matang sehingga sporozoit menyebar ke dalam tubuh nyamuk, termasuk ke dalam kelenjar air liur dan siap untuk diinfeksikan ke dalam tubuh manusia.

1 komentar:

  1. 1xbet | 1xbet | Bet with a Bonus - RMC | Riders Casino
    1XBet www.jtmhub.com allows you to bet on apr casino any favourite horse races or any other sporting event. ✓ Get https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ up to £300 1xbet app + 200 Free Spins herzamanindir No Deposit

    BalasHapus