RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan pendidikan : MAN Model Palangka Raya
Mata Pelajaran : BIOLOGI
Kelas/semester : X / Ganjil
Materi pokok : Protista
Sub
materi : Protista
mirip hewan (Protozoa)
Alokasi waktu : 3 x 45 menit
Kompetensi
Inti:
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya.
KI 2 : Menghargai
dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI
3: Memahami dan menerapkan pengetahuan
(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
KI 4: Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
A. Kompetensi Dasar
3.5 Menerapkan prinsip
klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan
peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Menjelaskan ciri-ciri protista mirip hewan.
2. Menjelaskan klasifikasi protista mirip hewan.
3. Menjelaskan reproduksi protista mirip hewan.
4.
Menjelaskan
peranan protista mirip hewan bagi kehidupan.
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri protista mirip hewan.
2. Siswa dapat menjelaskan klasifikasi protista mirip hewan.
3. Siswa dapat menjelaskan reproduksi protista mirip hewan.
4.
Siswa dapat
menjelaskan peranan protista mirip hewan
bagi kehidupan.
B. Materi Pembelajaran
Ø
Materi Pokok
o Protista.
Ø
Sub- sub materi
o Ciri-ciri protista mirip hewan.
o Klasifikasi protista mirip hewan.
o Reproduksi protista mirip hewan.
o Peranan protista mirip hewan
bagi kehidupan.
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan ilmiah (scientifict approach)
Model : Discovery Learning
Metode :- Ceramah dan
diskusi
-
Eksperimen
D. Media, Alat, dan Sumber
Pembelajaran
1. Media
LCD dan papan tulis
2. Sumber Belajar
-
Buku Biologi
kelas X SMA/MA
-
Slide power
point
3.
Alat dan Bahan
|
No
|
Alat dan Bahan
|
Jumlah
|
|
1
|
Mikroskop
|
Secukupnya
|
|
2
|
Kaca benda dan kaca penutup
|
Secukupnya
|
|
3
|
Pipet tetes
|
Secukupnya
|
|
4
|
Air got atau selokan
|
Secukupnya
|
|
5
|
Air rendaman jerami
|
Secukupnya
|
|
6
|
Air kolam
|
Secukupnya
|
Langkah-Langkah
Pembelajaran pertemuan ke-1 (1x45 menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Ø Guru
mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø Guru
mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama sebelum
memulai pembelajaran
Ø Guru
memberikan apersepsi dengan menanyakan taukah kalian apa penyebab dari penyakit
malaria?
Ø Harapan
guru, peserta didik langsung
menyampaikan pendapat dari gigitan nyamuk malaria. Lalu guru memberikan
kejelasan bahwa didalam nyamuk tersebut terdapat jenis protozoa.
Ø Guru kemudian menyampaiakan hubungan antara apersepsi
tersebut dengan materi yang akan dipelajari.
Ø Guru memberikan kejelasan tentang topik materi yang
akan dipelajari, dengan menuliskan atau menampilkan slide topik “Protista mirip
hewan (protozoa)”
Ø Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan
kali ini
2. Kegiatan inti (25 menit)
Mengamati
-
Guru menampilkan beberapa contoh gambar jenis Protozoa dan
menuntun peserta didik untuk mengamati dari apa yang mereka lihat untuk
menentukan ciri-ciri Protozoa terutama pada segi morfologinya
Menanya
- Guru menanyakan bagaimana
mengenali dan membedakan Protozoa
dengan protista lainnya
- Guru kemudian menanyakan apa
perbedaan yang terlihat dari beberapa gambar jenis
Protozoa itu sendiri
Mengeksplorasi
-
Kemudian guru memberikan penjelasan singkat terkait ciri-ciri
protozoa beserta klasifikasinya
-
Kemudian peserta didik memberikan penjelasan ulang tentang ciri dan klasifikasi
protozoa tersebut secara aktif dengan bantuan dorongan atau ajakan guru
Mengasosiasi
-
Kemudian guru
melanjutkan penjelasan singkat terkait reproduksisi protozoa beserta penanannya
-
Peserta didik
dibimbing untuk bisa menyebutkan reproduksi dan peranan-peranan protozoa bagi
kehidupan
Mengomunikasi
- Peserta didik menyimpulkan secara singkat bersama
tentang materi protozoa
tersebut mulai ciri-ciri, klasifikasi, reproduksi dan beberapa peranananya.
3. Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø Guru membimbing peserta didik untuk
menyimpulkan materi pembelajaran dan mengaitkan dengan ajaran agama agar
siswa menjadi lebih bersyukur.
Ø Guru memberikan tugas untuk bahasan
di pertemuan selanjutnya yakni membagi kelompok dan membawa bahan pengamatan
Ø Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah bersama dan
salam
Langkah-langkah Pembelajaran pertemuan ke-2 (2 x 45
menit)
1.
Kegiatan
Pendahuluan (20
Menit)
Ø Guru
mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø Guru
mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama sebelum
memulai pembelajaran
Ø Guru
mengulas sedikit materi sebelumnya dan menyiapkan bahan
pengamatan
Ø Harapan
guru, peserta didik masih ingat materi
sebelumnya dan bahan yang disiapkan
Ø Guru memberikan motivasi terkait kehati-hatian dalam
melakukan pengamatan
Ø Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan
kali ini yakni untuk mengidentifikasi ciri dan jenis Protista, terutama
Protista mirip hewan
2.
Kegiatan
inti (60 menit)
Mengamati
-
Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk memulai
pengamatan berdasarkan prosedur yang telah dijelaskan
-
Guru kemudian
mengamati masing-masing kelompok yang bekerja dengan efektif
Menanya
- Guru menanyakan apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pengamatan
boleh bertanya dan menyampaikan keluhan agar pengamatan dapat berjalan sesuai
harapan.
- Guru kemudian menanyakan tentang hasil pengamatan bagi kelompok yang telah
mendapatkan hasil
Mengeksplorasi
-
Kemudian peserta didik melakukan diskusi bersama terkait tentang gambar pengamatan yang
telah didapatkan
-
Kemudian peserta didik yang lain dalam kelompoknya
masing-masing siap untuk menggambar hasil pengamatan dengan keterangannya
Mengasosiasi
-
Setelah melakukan
pengamatan masing-masing kelompok dipersilahkan guru untuk melengkapi hasil
pengamatannya pada lembar laporan sementara kelompok
-
Guru memberikan
paraf terhadap kelompok yang telah melakukan pengamatan dengan baik
Mengomunikasi
- Guru
menyampaikan hasil pengamatan dengan menghubungkan pada materi-materi Protista yang telah
dipelajari
3. Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø Guru membimbing peserta didik untuk
menyimpulkan tentang hasil pengamatan dan teori yang dipelajari.
Ø Guru memberikan tugas terkait pengamatan
yaitu laporan lengakap masing-masing kelompok
Ø Guru mengakhiri
materi Protista sambil memberikan motivasi belajar untuk peserta didik agar
lebih giat dan aktif dalam proses pembahasan materi berikutnya
Ø Guru mengakhiri pelajaran dengan menuntun peserta
didik mengucapkan hamdallah bersama
Ø Guru mengucapkan
sampai jumpa dipertemuan dan bahasan materi selanjutnya lalu salam.
E.
Penilain
Hasil Belajar
1.
Jenis / Teknik
Penilaian
a) Observasi Sikap
b) Tes
pilihan ganda
2.
Penilaian Produk
a) Instrumen
tes menggunakan tes tertulis pilihan ganda
|
Metode
|
Bentuk Innstrumen
|
|
Sikap
|
Lembar
Pengamatan Sikap dan Rubrik
|
|
Tes Unjuk
Kerja
|
Tes
Penilaian
|
|
Tes
Tertulis
|
Tes Uraian
|
1. Lembar
Pengamatan
Lembar Penilaian
sikap pada Praktikum
|
No.
|
Nama
Peserta didik
|
Disiplin
|
Teliti
|
Hati hati
|
Kreatif
|
Inovatif
|
JumlSkor
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
Lembar penilaian
sikap/perilaku saat berdiskusi
|
No.
|
Nama Peserta didik
|
Kerja sama
|
Santun
|
Toleran
|
Proaktif
|
Bijaksana
|
Jumlah Skor
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran I
Materi
Pelajaran
Protista mirip hewan (protozoa)
dikelompokkan dalam kelompok protozoa. Protozoa berasl dari kata proto = mula-mula dan zoon = hewan, sehingga disebut sebagai
hewan pertama. Protozoa semula dianggap sebagai hewan bersel satu, yang
tubuhnya terdiri dari satu sel. Disebut protista mirip hewan karena uniseluler,
heterotrofik dan merupakan cikal bakal hewan yang yang lebih kompleks.
Ciri-ciri protozoa
- Protozoa
berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 sampai 200 mikron.
- Bentuk
sel protozoa sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
- Sebagian
besar Protozoa memiliki alat gerak berupa pseudopodia (kaki semu), silia (bulu
getar), atau flagellum (bulu cambuk).
- Bersifat
kosmopolit
- Protozoa
hidup soliter atau berkoloni.
- Kebanyakan
protozoa bersifat polimorfisme, yaitu memiliki bentuk yang berbeda- beda pada
fase yang berbeda dalam siklus hidupnya.
- Tempat
hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air
laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan
penyakit pada manusia dan hewan ternak
- Beberapa
protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan
fase dorman dalam bentuk sista.
- Cara
hidupnya ada yang parasit, saprofit dan hidup bebas.
- Sebagian
besar Protozoa berkembang biak secara aseksual (vegetatif) dengan cara: pada
kebanyakan protozoa adalah dengan membelah diri. Namun adapula jenis protozoa
yang bereproduksi secara konjugasi.
KLASIFIKASI
Protozoa
secara tradisional dibagi atas enam kelompok filum berdasarkan kemampuan gerak
serta tipe alat geraknya. Keempat kelompok tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sporozoa
yang tidak bergerak aktif.
2. Sarcodina
(rhizopoda) yang bergerak dengan kaki semu atau pseudopodia.
3. Mastigophora
(flagellata) yang bergerak dengan flagela.
4. Ciliophora
(ciliata) yang bergerak dengan silia.
5. Actinopoda
6. Foraminifora
SPOROZOA
Sporozoa
(Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protistha uniseluler atau
bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk
sejenis spora. Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia.
Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena melibatkan lebih dari satu inang.
Dalam siklus hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh inang. Selain itu,
pada siklus hidup juga terjadi sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel
secara berulang – ulang sehingga dihasilkan banyak inti yang masing – masing
dikelilingi oleh sitoplasma dan terbentuklah individu baru.
Ciri-ciri:
Tidak memiliki alat gerak, mempunyai spora berbentuk lonjong. Sporozoa tidak
memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah-ubah
kedudukan tubuhnya. Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual.
Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya komplek, dengan beberapa
perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual
dilakukan dengan pembelahan biner. Reprodusi seksual dilakukan dengan pembentukan
gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Contohnya:
Toxoplasma gondii:
Menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam
tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista Toxoplasma
dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu
hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.
Plasmodium:
Hewan ini hidup parasit di dalam eritrosit dan menyebabkan penyakit malaria
pada manusia yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Empat spesies Plasmodium
penyebab penyakit malaria merupakan contoh anggota kelas sporozoa yang utama.
Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit
malaria. Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala
tersendiri pada tubuh penderitanya.
- Plasmodium
vivax, merupakan penyebab malaria tersiana
yang bersifat tidak ganas, gejalanya adalah suhu badan panas dingin
berganti-ganti setiap 2 hari sekali (48 jam).
- Plasmodium
ovale, penyebab penyakit malaria ovale
tertiana (limpa), dengan gejala demam lebih ringan daripada malaria tertiana
yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Dengan masa sporulasi 48 jam. Tetapi
plasmodium ini tidak ditemukan di Indonesia.
- Plasmodium
malariae, penyebab malaria kuartana yang
bersifat tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali (72
jam).
- Plasmodium
falciparum, penyebab malaria kuartana (tropika)
yang bersifat ganas, gejalanya suhu badan panas dingin tak beraturan (masa
sporulasi) bisa 1- 3 X 24 jam.
Plasmodium
vivax dan Plasmodium ovale dapat tetap
hidup meskipun tidak aktif di dalam sel hati penderita malaria selama berbulan
– bulan bahkan bertahun – tahun. Akibatnya, di kemudian hari penyakit malaria
dapat tumbuh lagi. Siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh manusia :
- Nyamuk Anopheles akan mengeluarkan
air liur yang mengandung sporozoit saat menghisap darah manusia. Air liur
tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tubuh manusia.
- Sporozoit mengikuti aliran darah
menuju ke hati dan hidup dalam sel – sel hati selama kurang lebih tiga
hari. Fase ini disebut fase eksoeritrositer.
- Sporozoit meninggalkan sel hati
masuk ke dalam sel darah merah dan berkembang menjadi trofozoit. Fase ini
disebut fase eritrositer.
- Tropozoit berkembang menjadi
skizon. Skizon mengalami skizogoni menghasilkan spora aseksual yang
disebut merozoit.
- Morozoit selanjutnya memecahkan sel
darah merah untuk mencari sel darah merah baru. Stadium skizogoni terus
terjadi berulang – ulang. Kondisi tersebut menyebabkan suhu tubuh
penderita sangat tinggi akibat kerusakan sel darah merah.
- Setelah satu periode skizogoni,
sebagian merozoit berkembang menjadi gametosit. Jika gametosit terisap
oleh nyamuk Anopheles betina, siklus hidup Plasmodium memasuki
stadium sporogoni.
Siklus
hidup plasmodium di dalam tubuh nyamuk :
- Gametogenesis, yaitu gametosit
berubah menjadi mikrogamet dan makrogamet.
- Mikrogamet dan makrogamet melebur
menjadi zigot atau ookinet di dalam usus.
- Ookinet menerobos dinding usus dan
berubah menjadi oosista.
- Dalam oosista terjadi pembelahan
zigot dan terbentuk sporofit.
- Oosista yang matang akan matang
sehingga sporozoit menyebar ke dalam tubuh nyamuk, termasuk ke dalam kelenjar
air liur dan siap untuk diinfeksikan ke dalam tubuh manusia.
RHIZOPODA
ATAU SARCODINA
Berasal
dari kata Rhizoid = akar, podos = kaki yaitu protozoa yang
bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu). Rhizopoda yang paling mudah diamati adalah amuba. Ciri Amoeba adalah bentuknya selalu berubah –
ubah dan berhabitat di air tawar. Ukuran tubuh amuba sangat besar untuk ukuran
protozoa, yaitu berkisar 200 – 300 mikron.
Berdasarkan tempat hidupnya amuba dibedakan menjadi:
1. Ektoamuba:
Hidup diluar tubuh organisme lain (hidup bebas).
Misalnya: Amuba Proteus; amuba raksasa Chaos carolinense (dapat mencapai ukuran
100 mikron).
2. Entamuba:
Hidup didalam tubuh organisme, misalnya manusia,: contoh entamuba antara lain
sebagai berikut:
3. Arcella:
Memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di
air tawar.
4. Difflugia:
Rangka luar difflugia dapat menyebabkan butir – butir pasir halus dan benda
lain dapat melekat.
5. Foraminifera:
Memiliki rangka luar yang terdiri dari silica atau
zat kapur (mengandung kalsium karbonat)semua anggota foraminifera hidup di air
laut. Diantara foraminifera yang terkenal adalah genus globigerina. Lapisan
foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak
bumi.
6. Radiolarian:
merupakan organisme laut bertubuh bulat hampir
seperti bola dan memiliki banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stonsium
sulfat. Radiolaria yang mati akan mengendap yang disebut lumpur radiolarian
yang digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genus
radiolarian adalah Achantometron dan Collosphaera.
FLAGELLATA ATAU MESTIGOSPORA
Alat
geraknya berupa bulu cambuk atau flagella. Sebagian besar hidup bebas dan
adapula yang sebagai parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit pada
organisme mati. Flagellata dibedakan
menjadi dua yaitu fitoflagellata dan zooflagellata.
1. Fitoflagellata
Adalah flagellata yang
dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromotafora. Fitoflagellata
mencernakan makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernakan didalam
tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencernakan
oirganisme yang sudah mati(saprofitik). Habitat fitoflagellata adalah
diperairan bersih dan diperairan kotor. Fitoflagellata bergerak menggunakan
flagella. Cara reproduksi ada dua, yaitu secara
konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri.
Dibagi menjadi 3 kelas:
-
Euglenoida:
Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel.
Euglena viridis memiliki ciri-ciri: Ukuran tubuhnya 35-60 mikron, ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk, hewan ini memiliki stigma (bintik mata berwarna merah) yang fungsinya untuk membedakan gelap dan terang. Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis.
Euglena viridis memiliki ciri-ciri: Ukuran tubuhnya 35-60 mikron, ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk, hewan ini memiliki stigma (bintik mata berwarna merah) yang fungsinya untuk membedakan gelap dan terang. Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis.
-
Dinoflagellata:
Contoh dinoflagellata antara lain Noctiluca
miliaris, Cretium, dan Gymnodinium. Noctiluca miliaris
kebanyakan hidup di air laut dengan ciri-ciri yaitu memiliki satu flagella,
satu panjang dan satu pendek, dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang
tertentu, tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik.
-
Volvocida:
Bentuk tubuh hewan ini pada umumnya bulat, contoh volvocida antara lain adalah Volvox globator. Ciri-ciri volvox antara
lain sebagai berikut: koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang
masing-masing memiliki dua flagella,
Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
2.
Zooflgellata
Adalah flagellata yang
tidak berkloroplas dan menyerupai hewan.
Ada yang hidup bebas namun kebanyakan bersifat parasit. Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran air dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat gerak. Secara seksual dengan membelah biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui. Contohnya adalah: Trypanosoma dan Leishmania.
Ada yang hidup bebas namun kebanyakan bersifat parasit. Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran air dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat gerak. Secara seksual dengan membelah biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui. Contohnya adalah: Trypanosoma dan Leishmania.
CILIATA
Alat
geraknya berupa rambut getar (silia), sebagian besar ciliate berukuran
mikroskopis, tetapi spesies yang terbesar berukuran 3 mm sehingga dapat dilihat
dengan mata telanjang.
-
Kebanyakan ciliata
berbentuk simetris kecuali ciliata primitif, simetrinya radial.
-
Tubuhnya diperkuat oleh
perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh sitoplasma padat.
-
Tubuhnya diselimuti
oleh silia, yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut silia somatic.
-
Ciliata mempunyai dua
tipe inti sel (nukleus), yaitu makro nucleus dan mikro nukleus.
-
Ciliata tidak mempunyai
struktur khusus pertukaran udara dan sekresi.
Terdapat dua
macam mulut pada cilliata, yaitu berupa:
a)
Mulut membran
berombak/membran yang bergerak, merupakan cilliata uyang menyatu dalam barisan
panjang.
b)
Membran yang berupa
barisan pendek dari cilia yang bersatu membentuk piringan.
Fungsi
cilliata pada mulut adalah untuk menghasilkan makanan dan mendorong partikel
makanan menuju sitofaring. Contoh anggota cilliata yanhg terkenal misalnya Paramecium.
ACTINOPODA
Actinopoda
mempunyai pseudopodia ramping dan menyebar yang disebut axopodia. Tubuhnya
berbentuk bola. Contohnya:
1. Heliozoa,
tidak bercangkang dan hidup di air tawar
2. Radiozoa,
bercangkang dari bahan silica dan hidup di air laut. Cangkangnya sering
dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk gelas.
FORAMINIFERA
Cangkang
Foramifera berwarna cerah dan pada permukaannya terdapat lubang-lubang kecil.
Gerakan organisme ini sangat lambat. Hidupnya di laut dan menempel di bebatuan
atau sebagai plankton. Contohnya Polistomella.
Cangkang Foraminifera digunakan untuk menunjukka sumber minyak. Selain itu,
Foraminifera juga digunakan untuk menentukan umur relatif lapisan-lapisan
batuan sedimen laut. Hal ini dikarenakan cangkang Foraminifera ditemukan di
semua lapisan batuan. Rangka Foraminiferayang telah mati akan mengendap di
dasar laut dan dalam waktu yang lama akan hancur menjadi tanah globigerina.
Peran Protozoa dalam kehidupan manusia
Secara
umum, Phylum Protozoa lebih banyak merugikan kehidupan manusia. Banyak anggota
phylum ini bersifat parasit. Contoh dari classis Rhizopoda di antaranya Entamoeba
histolitica (penyebab disentri) dan Entamoeba gingivalis (perusak
gigi dan gusi) parasit-parasit yang menyerang manusia. Dari classis Flagellata,
parasit yang menyerang manusia dan hewan ternak banyak berasal dari genus Trypanosoma.
Sementara itu, dari classis Ciliata relatif sangat sedikit yang berbahaya bagi
manusia. Species lain yang cukup berbahaya berasal dari genus Balantidum.
Classis Sporozoa mungkin dapat dikatakan sebagai anggota Protozoa yang paling
berbahaya bagi manusia. Seluruh anggota dari Sporozoa adalah parasit, misalnya Plasmodium,
Pneumocystis, dan Taxoplasma. Meskipun secara umum phylum
Protozoa lebih banyak merugikan, namun bukan berarti tidak ada yang bermanfaat.
Berikut Protozoa yang menguntungkan:
|
No.
|
Jenis
|
Classis
|
Manfaat
|
|
1.
|
Radiolaria sp
|
Rhizopoda
|
Endapan rangkanya
digunakan untuk bahan penggosok dan pengkilap logam
|
|
2.
|
Foraminifera sp
|
Rhizopoda
|
Fosilnya membentuk
tanah globigerin sebagai penunjuk adanya sumber minyak bumi
|
|
3.
|
Euglena
|
Flagellata
|
Komponen fitoplankton
|
|
4.
|
Paramaecium sp
|
Ciliata
|
Indikator perairan
tawar yang tercemar
|
|
5.
|
Stentor sp
|
Ciliata
|
Indikator perairan
tawar yang tercemar
|
Lampiran
II
LEMBAR
LKPD
(Lembar
Kerja Peserta Didik).
I.
KEGIATAN
1. Sebutkan
ciri-ciri protista mirip hewan (Protozoa)?
2. Pada
Protozoa terdapat empat filum,
Sebutkan ciri-ciri dari masing-masing filum tersebut serta sebutkan salah satu
contohnya?
3. Berilah
keterangan pada gambar!
|
Gambar
Paramecium
|
Gambar
Amoeba proteus
|
Lampiran III
SOAL
ESSAY
1. Sebutkan
ciri-ciri protista mirip hewan (Protozoa)? (Minimal 4 ciri)
2. Sebutkan
klasifikasi yang terdapat pada Protozoa beserta contohnya?
3. Tuliskan
urutan metagenesis (pergiliran keturunan) Plasmodium?
4. Sebutkan
tiga jenis entamoeba dan tempat hidupnya di dalam tubuh manusia?
Kunci jawaban
1. Ciri-ciri
protozoa adalah
-
Protozoa berukuran
mikroskopis, yaitu sekitar 10 sampai 200 mikron.
-
Bentuk sel protozoa
sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
-
Bersifat kosmopolit
-
Protozoa hidup soliter
atau berkoloni.
2. Klasifikasi
protozoa adalah:
-
Sporozoa, contohnya: Plasmodium
-
Sarcodina (rhizopoda),
contohnya: Amoeba
-
Mastigophora
(flagellata), contohnya: Trypanosoma
-
Ciliophora (ciliata),
contohnya: Paramecium
-
Actinopoda, contohnya: Heliozoa
-
Foraminifora,
contohnya: Polistomella
3. Siklus
hidup Plasmodium di dalam tubuh manusia:
Nyamuk Anopheles akan mengeluarkan air
liur yang mengandung sporozoit saat menghisap darah manusia. Air liur tersebut
kemudian dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Sporozoit mengikuti aliran darah
menuju ke hati dan hidup dalam sel – sel hati selama kurang lebih tiga hari.
Fase ini disebut fase eksoeritrositer. Sporozoit meninggalkan sel hati masuk ke
dalam sel darah merah dan berkembang menjadi trofozoit. Fase ini disebut fase
eritrositer. Tropozoit berkembang menjadi skizon. Skizon mengalami skizogoni
menghasilkan spora aseksual yang disebut merozoit. Morozoit selanjutnya
memecahkan sel darah merah untuk mencari sel darah merah baru. Stadium
skizogoni terus terjadi berulang – ulang. Kondisi tersebut menyebabkan suhu
tubuh penderita sangat tinggi akibat kerusakan sel darah merah. Setelah satu
periode skizogoni, sebagian merozoit berkembang menjadi gametosit. Jika
gametosit terisap oleh nyamuk Anopheles betina, siklus hidup Plasmodium memasuki
stadium sporogoni.
4.
Siklus hidup plasmodium
di dalam tubuh nyamuk: Gametogenesis, yaitu gametosit berubah menjadi
mikrogamet dan makrogamet. Mikrogamet dan makrogamet melebur menjadi zigot atau
ookinet di dalam usus. Ookinet menerobos dinding usus dan berubah menjadi
oosista.Dalam oosista terjadi pembelahan zigot dan terbentuk sporofit.Oosista
yang matang akan matang sehingga sporozoit menyebar ke dalam tubuh nyamuk,
termasuk ke dalam kelenjar air liur dan siap untuk diinfeksikan ke dalam tubuh
manusia.
1xbet | 1xbet | Bet with a Bonus - RMC | Riders Casino
BalasHapus1XBet www.jtmhub.com allows you to bet on apr casino any favourite horse races or any other sporting event. ✓ Get https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ up to £300 1xbet app + 200 Free Spins herzamanindir No Deposit